TRENDING NOW

Website resmi Organisasi IPKANI Kabupaten Purbalingg Provinsi jawa Tengah



Rumput Bandotan (Ageratum conyzoides L.)
Tanaman bandotan (Ageratum conyzoides L.) tergolong ke dalam tumbuhan terna semusim, tumbuh tegak atau bagian bawahnya berbaring, tingginya sekitar 30-90 cm, dan bercabang. Batang bulat berambut panjang, jika menyentuh tanah akan mengeluarkan akar. Daun bertangkai, letaknya saling berhadapan dan bersilang (compositae), helaian daun bulat telur dengan pangkal membulat dan ujung runcing, tepi bergerigi, panjang 1-10 cm, lebar 0,5-6 cm, kedua permukaan daun berambut panjang dengan kelenjar yang terletak di permukaan bawah daun, warnanya hijau.

Bunga majemuk berkumpul 3 atau lebih, berbentuk malai rata yang keluar dari ujung tangkai, warnanya putih. Panjang bonggol bunga 6-8 mm, dengan tangkai yang berambut. Buahnya berwarna hitam dan bentuknya kecil. Daerah distribusi, Habitat dan Budidaya Bandotan dapat diperbanyak dengan biji. Bandotan berasal dari Amerika tropis.

Di Indonesia, bandotan merupakan tumbuhan liar dan lebih dikenal sebagai tumbuhan pengganggu (gulma) di kebun dan di ladang. Tumbuhan ini, dapat ditemukan juga di pekarangan rumah, tepi jalan, tanggul, dan sekitar saluran air pada ketinggian 1-2.100 m di atas permukaan laut (dpl). Jika daunnya telah layu dan membusuk, tumbuhan ini akan mengeluarkan bau tidak enak.

Nama Lokal Rumput Bandotan
NAMA DAERAH: Sumatera: bandotan, daun tombak, siangit, tombak jantan, siangik kahwa, rumput tahi ayam. Jawa: babadotan, b. leutik, babandotan, b. beureum, b. hejo, jukut bau, ki bau, bandotan, berokan, wedusan, dus wedusan, dus bedusan, tempuyak. Sulawesi: dawet, lawet, rukut manooe, rukut weru, sopi. NAMA ASING : Sheng hong ji (C), bulak manok (Tag.), ajganda, sahadevi (IP), billy goat weed, white weed, bastard agrimony (I), celestine, eupatoire bleue. NAMA SIMPLISIA: Agerati Herba (herba bandotan), Agerati Radix (akar bandotan).

Komposisi Rumput Bandotan

Herba bandotan mengandung asam amino, organacid, pectic substance, minyak asiri kumarin, ageratochromene, friedelin, ß-sitosterol, stigmasterol, tanin, sulfur, dan potassium chlorida. Akar bandotan mengandung minyak asiri, alkaloid, dan kumarin.

Pemanfaatan Rumput Bandotan

Daunnya berkhasiat sebagai pakan ikan terutama ikan mas, tawes dan gurami. Cara pemberian berdasarkan bobot ikan total. Setiap 100 kg bobot ikan diberi 30 kg daun bandotan. Caranya tanaman ditebarkan keseluruh kolam secara merata.

Daun bandotan juga bisa dipakai sebagai obata stres selama transportasi. Caranya, ambil 20 lembar daun, lalu remas-remas dijeriken yang sudah diisi air. Ampas sebaiknya dimasukkan kejeriken.
Namun, bila memakai kantung plastik sebaiknya ampas dibuang. Setelah itu, bibit ikan dimasukkan dengan pengaturan densitas agar tidak terlalu padat. Setiap kantung berkapasitas 50 liter air dapat diisi 200 bibit ukuran 1 inchi.

Menurut penelitian Laksmi Sulmartiwi dkk, dari Universitas Airlangga, Minyak esensial dari Ageratum conyzoides daun sebagai berpotensi untuk mengurangi zat mengurangi stres ikan koi terkait transportasi (C. carpio) karena memiliki pengaruh terhadap stres respon yaitu, penurunan plasma darah, kadar kortisol, tachiventilasi, glukosa darah, peningkatan Na + dan Cl- dalam plasma darah dan tidak terjadi kematian selama transportasi.
Website resmi Organisasi IPKANI Kabupaten Purbalingg Provinsi jawa Tengah
Keberadaan ikan asin kering tidak boleh dipandang remeh. Selain ikan segar, ikan asin kering yang beraneka ragam jenisnya ini juga ternyata memiliki khasiat untuk kesehatan lho. Bahkan, banyak orang yang tidak mengetahui khasiat menakjubkan ikan asin ini.


 
Ikan yang biasa dijual menggunakan bungkusan plastik ini mengandung gizi yang cukup kompleks. Kadar garamnya yang tinggi baik untuk mencegah penyakit gondok dan merangsang perkembangan fungsi otak. Selain itu, ikan asin juga bisa menambah nafsu makan karena rasanya yang sangat menggugah selera.

Selain beberapa manfaat yang sudah disebutkan, berikut ini manfaat ikan asin lainnya yang harus Anda ketahui.
 
1. Sebagai sumber protein

Protein bisa Anda dapatkan dari hewan dan biji-bijian. Protein hewani lebih banyak pemanfaatannya dibanding protein nabati. Selama ini, masyarakat sudah familiar dengan telur, ayam, sapi, dan kambing sebagai sumber protein hewani. Padahal, ikan juga merupakan sumber protein tinggi dan ternyata, ikan asin kering juga mengandung protein yang baik.

2. Bisa menggemukkan badan
Bertubuh kurus dianggap bencana bagi sebagian orang karena bisa mengurangi kepercayaan diri. Berbagai cara sudah dilakukan, tapi tak pernah berhasil menggemukkan badan.

Tapi, sudahkah Anda mencoba konsumsi ikan asin kering? Gemuk di sini tidak berarti gemuk air atau gemuk lemak, melainkan gemuk berisi karena pertumbuhan jaringan otot yang sempurna. Itu didapatkan dari konsumsi ikan asin yang juga memiliki nilai gizi cukup baik untuk tubuh.

3. Membuat tubuh jadi langsing

Selain khasiatnya yang bisa menggemukkan tubuh Anda, ternyata ikan asin kering juga bisa melangsingkan. Mengapa demikian? Sebab, ikan asin kering juga kaya dengan lemak HDL yang bisa menyingkirkan lemak-lemak jahat penyebab obesitas.

4. Melenturkan otot wajah

Otot wajah yang lentur tentu akan membuat kulit wajah jadi lebih kenyal. Hal itulah yang dapat mencegah kulit wajah kering dan keriput. Nah, apakah Anda menginginkan kulit yang kenyal dan sehat? Hal itu bisa Anda dapatkan dari mengonsumsi ikan asin kering.

5. Menyembuhkan mual-mual

Anda yang sering mual-mual karena asam lambung naik, sudahkah mencoba ikan asin kering sebagai obat terapinya? Jika belum, silakan dicoba. Sebab, dengan mengonsumsi ikan asin kering dengan tambahan nasi dapat meredakan mual-mual yang Anda alami.
Website resmi Organisasi IPKANI Kabupaten Purbalingg Provinsi jawa Tengah
Ikan lele merupakan komoditas perikanan yang sangat populer, terutama sebagai bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan protein keluarga. Apalagi, perkembangan bisnis masakan dari bahan utama lele menjadi salah satu primadona saat ini seperti abon lele, nugget lele dan lain sebagainya.

Namun usaha budidaya ikan lele membutuhkan cukup modal yang sebagian besar digunakan untuk pakan. Apalagi bahwa pakan ikan lele relatif lebih mahal di banding pakan untuk ikan komoditas lain. Ini tentu menjadi pertimbangan untuk mencari sumber pakan alternatif untuk ikan lele.

Bekicot (Achatina fulica) menjadi salah satu bahan favorit para pembudidaya karena relatif mudah didapatkan dan harganya pun murah.

Bahan pakan ini bisa diolah dengan berbagai cara. Namun, sebelum melakukan salah satu dari beberapa alternatif cara membuat bekicot sebagai pakan lele, bekicot dikeluarkan dulu dari cangkangnya, kemudian dagingnya dipotong kecil-kecil.

Alternatif pertama


Daging bekicot yang sudah dipotong kecil-kecil langsung dimasukkan begitu saja tanpa diolah lagi dengan campuran lain ke dalam kolam budidaya lele. Hanya saja, ini sekadar memenuhi kebutuhan protein hewani dan mengesampingkan kebutuhan protein nabati dan karbohidrat yang dibutuhkan lele dalam perkembangannya.

Alternatif kedua


Buatlah campuran antara bekicot sebanyak 50%, dedak (bekatul) halus sebanyak 15%, menir atau jagung giling sebanyak 15%, dan ampas tahu sebanyak 20%. Dalam hal ini, bekicot sebagai sumber protein (hewani), dedak halus sebagai sumber karbohidrat, sama seperti halnya menir jagung juga sebagai sumber karbohidrat yang baik untuk lele.

Alternatif ketiga


Campurkan bekicot 30%, tepung kedelai 20%, dedak halus 50%. Sama seperti bekicot, tepung kedelai di sini berfungsi sebagai sumber protein, namun sebagai protein nabati yang baik untuk pertumbuhan lele.

Kedua komposisi terakhir memiliki cara pembuatan yang sama, yaitu semua bahan dicampur menjadi satu, kemudian diberi air panas secukupnya. Setelah itu, aduk hingga merata. Selanjutnya, pakan sebarkan ke kolam dalam keadaan basah.

Sementara untuk mengawetkan pakan tersebut, Anda hanya perlu memberikan garam secukupnya. Namun demikian, garam sebagai pengawet alami ini tidak memberi ketahanan yang cukup lama, sehingga tetap harus secepatnya digunakan. Pengawetan dengan metode ini jelas-jelas tidak berbahaya, baik untuk lele maupun untuk manusia yang nantinya menyantap daging ikan lele tersebut.

Keuntungan Pakan Organik Bekicot


Menurut testimoni dari berbagai pihak, lele yang diberi makanan organik racikan sendiri rasanya lebih gurih. Selain biaya budidaya lele bisa ditekan daripada saat memakai pelet untuk pakan, kesehatan manusia pun bisa terjamin.

Peternak lele juga harus memerhatikan metode pemberian makan agar jangan sampai terlalu berlebihan, karena lele dikenal rakus dan bahkan bisa mati karena kelebihan makan. Periksa berat lele satu kali dalam sepekan.
Website resmi Organisasi IPKANI Kabupaten Purbalingg Provinsi jawa Tengah
Kematian mendadak ikan lele kerap dialami para pembudiaya yang masih pemula. Penyebab terjadinya karena lele terinfeksi bakteri terutama jenis Aeromonas sp.

Bakteri tersebut biasanya menyerang ikan mas dan ikan lele. Bakteri ini dapat menginfeksi pada semua ukuran ikan sehingga bisa menyebabkan mortalitas hingga mencapai 80%.

Berbagai usaha biasanya dilakukan oleh para pembudidaya. Salah satunya dilakukan pencegahan dengan menggunakan antibiotik sintetis seperti tetracycline. Pemberian obat kimia ini dapat mencegah dan mengobati penyakit pada ikan jika diberikan dengan dosis yang tepat. Namun, jika diberikan tanpa takaran yang tepat dapat menimbulkan beberapa efek negatif pada ikan.

Ada beberapa alternatif pengobatan alami untuk penanggulangan penyakit Aeromonas hydrophila pada ikan lele, yakni dengan menggunakan daun meniran (phylanthus urinaria) dan bawang putih (allium sativum). Kreativitas menemukan biofarmaka (obat-obatan dari bahan alami) untuk ikan tak hanya berhenti sampai di situ. Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB) Dinamella Wahjuningrum mengembangkan biofarmaka  dari tumbuhan yang mudah diperoleh yakni tanaman kipahit.

“Kipahit atau bunga matahari Meksiko merupakan jenis tanaman dengan bunga berwarna kuning keemasan mempesona yang ke luar pada akhir musim penghujan. Tampilan bunganya sangat mirip dengan bunga matahari,”. Di daerah, tanaman ini memiliki julukan lokal semisal paitan di daerah Jawa (paitan dari asal kata pait atau pahit). Tanaman ini dapat bersifat semusim ataupun tahunan dengan ketinggian 2–3 m (6.6–9.8 ft). Kipahit jarang dibudidayakan secara sengaja sehingga sering dikategorikan sebagai gulma paitan.

Respons ikan lele yang terinfeksi terhadap obat alami inipun sangat baik. Hal ini dibuktikan dengan kelangsungan hidupnya yang mencapai 95,83% dibandingkan ikan yang tidak mendapatkan ekstrak kipahit. Ikan yang diberi ekstrak kipahit memiliki kelangsungan hidup yang lebih tinggi karena ekstraknya sendiri mampu memperbaiki metabolisme tubuh ikan sekaligus memperkuat sistem imun. Ekstrak daun kipahit pun sudah pernah diujicobakan terhadap penyakit Mycobacterium pada ikan gurame dengan metode perendaman oleh Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar, Bogor. Hasilnya ekstrak daun kipahit efektif untuk mengobati dengan cara direndam selama 3 jam dalam level konsentrasi 10.000 mg/l. Berikut ini beberapa langkah pembuatan ekstrak kipahit.
  1. Ambilah tanaman kipahit beserta daunnya secukupnya, keringkan kemudian dihaluskan dengan blender. Hasil blenderan ini kemudian direbus dengan suhu 90°C selama 30 menit saja. Selanjutnya, menggunakan lap saring. 
  2. Ambillah 4% dari ekstrak kipahit ini dan tambahkan putih telur. Campurkan hingga merata. Kemudian keringkan dengan cara diangin-anginkan. Hasilnya bisa langsung diberikan sebagai pakan ikan yang sakit.
  3.  Untuk pemeliharaan kesehatan, pembudidaya bisa mencampurkannya dalam pakan dengan formulasi 0,4 mg/gr pakan. Dengan kata lain, 0,4 mg kipahit dicampur 1 gram pakan.

Website resmi Organisasi IPKANI Kabupaten Purbalingg Provinsi jawa Tengah
Pohon ketapang adalah pohon asli Asia Tenggara dan sekarang telah menyebar luas ke seluruh belahan dunia. Pohon ini hidup di pesisir. Untuk indonesia sendiri pohon ini sangat mudah untuk dijumpai. Anda dapat menemukan pohon ini di taman atau di pinggir jalan karena sifat pohon ini memiliki daun yang lebat sehingga cocok sebagai pohon peneduh.


Ketapang yang nama latinnya catappa atau juga sering disebut Indian almond secara alami menghasilkan sejenis cairan kimia pada daunnya untuk menangkal serangga dan parasit. Daun ketapang yang kering, ketika terendam air akan melepaskan zat-zat kimia tadi ke dalam air, membuat air berwarna kuning kecoklatan yang disukai oleh banyak jenis ikan air tawar.

Daun ketapang kering mengandung asam organik bernama humic dan tannic yang berfungsi untuk menurunkan PH air, membunuh bakteri yang menyebabkan berbagai penyakit, dan mengurangi kandungan logam dan kaporit yang tinggi pada air PAM.

Bagi para breader atau penghobi ikan cupang, daun ini merupakan bagian penting dalam pemeliharaan ikan cupang.
Berikut Manfaat Daun Ketapang Untuk Ikan Cupang:

1.    Sebagai Penurun pH.

Bila kapur bordo digunakan untuk menurunkan keasaman (menaikan pH), maka daun ini berfungsi sebaliknya. Untuk artikel berhubungan dengan pH, kesadahan dan lainya, kami telah membuatnya dan Anda tinggal membacanya.
2.    Penghilang Bakteri Dan Jamur.

Memiliki kandungan tanin membuat daun ini sebagai bahan alami yang dapat Anda gunakan dalam pemeliharaan ikan cupang untuk mencegah penyakit – penyakit yang dapat menyerang. Seperti penyakit parasit, Contohnya jamur putih dan velvet.

3.    Sebagai Obat Luka.

Cupang terluka karena telah melakukan pertarungan dapat Anda sembuhkan dengan memasukan daun ini ke dalam tempat ikan cupang melakukan pemulihan. Para breader diluar negeripun melakukan hal yang sama. Mereka telah membuktikan bahan bahan alami lebih cepat menyembuhkan lnuka daripada obat – obatan berbahan kimia.
4.    Menyamakan Habitat.

Para breader menggunakan daun ketapang untuk membuat suasana air menjadi sama seperti di alam. Di alam, sungai atau rawa memiliki air berwarna hitam karena hasil dari daun – daun pohon yang jatuh ke dalam air dan kemudian membusuk. Walaupun warna air akan menjadi terlihat cokelat dan membuat kita tidak dapat melihat keindahan ikan cupang secara jelas. Namun. ya seperti itulah habitat alami ikan cupang.

5.    Merawat Sirip dan Sisik Cupang.

Daun ketapang dipercaya dapat membuat sisik ikan cupang lebih keras dan tidak mudah rontok. Sisik yang kuat diperlukan cupang aduan agar dapat menangkis serangan lawan. Dipercaya juga membuat sirip cupang menjadi kuat dan tidak mudah bengkok.


Untuk pemanenan daun ketapang sangat mudah. Anda hanya perlu memilih dan mengambil daun ketapang yang telah kering dan berguguran. Pilihlah daun yang benar – benar kering dan tidak terdapat jamur. Selain itu bila pohon ketapang diberi peptisida atau ternkena polusi, maka Anda harus membersihkannya terlebih dahulu dengan air sebelum digunakan.

Pohon ketapang sendiri berguguran dua kali dalam setahun dan daun ketapangan yang bagus dan benar – benar kering dapat bertahan selama enam bulan di tempat penyimpanan. Simpanlah daun ketapang di tempat yang kedap udara, air dan cahaya. Itu perlu bila Anda menginginkan daun ini tetap awet.


Cara Pengolahan daun Ketapang.

Anda telah mendapatkan daun ketapang dari alam atau tempat sekitar Anda dan menyimpannya di tempat kedap air, udara dan cahaya. Bagian ini bisa diibaratkan sama seperti kita membuat air teh secara tradisional. Yaitu dilakukan secara dua kali.
Bagian Pertama.

Kita memiliki daun ketapang kering namun masih kotor dan terdapat debu, oleh karena itu kita harus membersihkannya.
  1. Ambil daun ketapang secukupnya, dan masukan pada wadah terpisah. Wadah terpisah ini berfungsi sebagai tempat penyucian.
  2. Masukan daun dan juga air secukupnya, lalu diremas – remas agar kotoran terlepas.
  3. Kemudian ambil kembali daun yang telah bersih.

Pada bagian pembersihkan sangat penting, bila tidak benar – benar bersih maka nanti air yang di hasilkan pada tahap kedua akan berbau busuk, dan terdapat minyak di air.

Setelah tahap ini, Anda dapat mengeringkan daunnya kembali, menyimpannya di tempat kedap, dan gunakan daun yang telah di kering tadi sebagai daun celupan langsung ke tempat pemeliharaan cupang. Seperti teh celup. Masukan ke tempat ikan cupang berada dan ambil kembali.
Bagian Kedua.

Anda telah mendapatkan daun ketapang yang telah dibersihkan dari kotoran dan tinggal dibuat persediaan air atau ekstrak daun ketapang. Karena air daun ketapang dapat bertahan hingga 2 sampai 3 minggu, maka Anda tidak perlu membuat berulang – ulang. Persediaan ini cukup untuk 4 sampai 6 kali pergantian air pemeliharaan cupang.

  1. Masukan daun ketapang dan air secukupnya ke dalam panci, kemudian rebus hingga mendidih.
  2. Tunggu sampai matang dan warna air berbah menjadi cokelat kental kemerahan.
  3. Dinginkan.
  4. Kemudian masukan kedalam botol kaca.
Campurkan air daun ketapang secara secukupnya di setiap penggantian air cupang, rasio perbandingan 1:10 atau campurkan sampai mendapat kadar pH yang pas untuk cupang. Tambahkan juga garam ikan untuk meningkatkan pH dan kesadahan air. pH air harus sesuai dengan apa yang cupang inginkan.
Website resmi Organisasi IPKANI Kabupaten Purbalingg Provinsi jawa Tengah

Purbalingga, 8 Maret 2017 - Rapat koordinasi Pelaksanaan Operasional Kegiatan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabuapen Purbalingga untuk pertama kalinya mengundang dan melibatkan penyuluh perikanan. Rakor POK yang biasanya dilaksanakan setiap bulan ini bertujuan membahas dan memberikan informasi seluruh kegiatan yang akan dilaksanakan di DKPP.

Tujuan dilibatkannya penyuluh perikanan pada acara rapat koordinasi pelaksanaan operasional kegiatan adalah untuk memberian informasi kepada penyuluh perikanan sehingga penyuluh perikanan mengetahui kegitan apa saja yang akan dilaksanakan di wilayah kerjanya.
Website resmi Organisasi IPKANI Kabupaten Purbalingg Provinsi jawa Tengah
Kontroversi Bu Susi
Bu Susi! Begitulah panggilan akrab yang dilekatkan pada Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Sejak pertama kali dilantik menjadi menteri, Bu Susi telah menjadi buah Bibir. Gayanya nyentrik, merokok, bertato pula. Bu susi, memang penuh kontroversi, beliau yang hanya lulusan SMP, dipercaya untuk memimpin Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan segudang tugas berat.
Cool: Gaya kontroversi ala Menteri Susi Pudjiastuti
Bu Susi, benar-benar diuji. Apakah beliau mempunyai kapasitas dalam menyelesaikan tumpukan problematika di kementerian yang dipimpinnnya? Utamanya, dalam menjaga kedaulatan maritim ditengah ekonomi global, serta dalam upaya memperbaiki taraf hidup nelayan tradisional, para pembudidaya ikan dan petani garam?

Sebelum menjadi pejabat negara, Susi Pudjiastuti dikenal sebagai seorang eksportir hasil laut, sekaligus sebagai pemilik Susi Air. Memulai usahanya dengan berjualan ikan di Pangandaran-Jawa Barat, bisnisnya berkembang menjadi perusahaan eksportir hasil laut. Untuk menunjang transportasi yang cepat agar produk hasil lautnya tetap segar, beliau mulai membuka bisnis charteran pesawat terbang dibawah manajemen PT ASI Pudjiastuti Aviation.

Dari usaha perikanannya, Bu Susi tentunya sering bersinggungan dengan nelayan, dari situlah beliau belajar dan menjadi paham bagaimana penderitaan yang dialami oleh nelayan kecil. Beliau juga mengenal seluk-beluk logistik ikan, mengekspor hasil laut, sampai pada akhirnya memiliki pesawat.

Di dunia bisnis, Bu Susi memang telah teruji. Lain dunia bisnis, lain pula dunia birokrasi. Mengurus sebuah kementerian sama halnya membangun sebuah birokrasi. Membuat tata nilai dan mengeksekusi suatu kebijakan. Dunia birokrasi seringkali dikonotasikan dengan pelayanan lamban, berbelit-belit, dan antiperubahan. Bertolak belakang dengan dunia bisnis yang menuntut kecepatan, tidak menyukai kompleksitas, dan cenderung cepat berubah.

Dengan pengalaman Bu Susi di dunia bisnis, kita akan membayangkan beliau, membawa lari kementerian kelautan dan perikanan dengan cukup kencang. Ritme kerja yang cepat, kebijakan yang progresif dan berani mengammbil resiko akan menjadi cirinya dalam memimpin kementerian.

Betul saja, tidak memutuhkan waktu lama bagi Bu Susi untuk menelurkan banyak kebijakan baru. Memberlakukan jam masuk kerja lebih awal, moratorium perijinan penangkapan ikan, pelarangan penggunakan alat tangkap pukat hela dan trawl, pelarangan penagkapan rajungan bertelur, hingga kebijakan penangkapan dan penenggelaman kapal penangkap ikan yang melakukan kegiatannya secara illegal.

Yang teranyar, Bu Susi bahkan dengan lantang meneriakkan bahwa usaha penangkapan ikan hanyak boleh dilakukan oleh kapal nelayan atau perusahaan Indonesia. Investor asing haram melakukan usaha penangkapan ikan dan hanya diperbolehkan untuk berinvestasi dibidang pengolahan ikan. Ancaman mundur dari jabatannya sebagai menteri bahkan mengemuka, jika ternyata masih ada kapal dan perusahaan asing yang melakukan penangkapan ikan di Indonesia.

Dengan alasan efisiensi, Bu Susi juga berhasil melakukan merger terhadap organisasi Kementerian yang dipimpinnya. Badan Riset dan Badan Pengembangan SDMKP yang sama-sama Eselon I, dilebur menjadi Badan Riset dan SDMKP. Beliau memang suka dengan sesuatu yang "seksi", ramping tapi efektif dan efisien.

Penyuluh Perikanan dan Kontroversi Pengalihan Kewenangan
Adalah penyuluh perikanan. Sebagai akibat diundangkannya UU No 23 Tahun 2014, kebijakan penyelenggaraan penyuluhan perikanan ditarik dan menjadi kewenangan pusat. Untuk melaksanakan amanah Undang-undang tersebut, pemerintah pusat secara bertahap mulai melakukan langkah-langkah guna menarik personil penyuluh perikanan yang ada di daerah.
Pembinaan dan pendampingan Penyuluh Perikanan di Kelompok pelaku utama yang merupakan entitas masyarakat ditingkat akar rumput
Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai penangungjawab penyelenggaraan penyuluhan nasional telah mengeluarkan langkah-langkah strategis. Dimulai dari terbitnya permen KP 62/ 2015 tentang percepatan pengalihan status penyelenggaraan penyuluhan perikanan.  Hingga puncaknya melakukan kegiatan validasi  dan verifikasi data P3D dengan mengundang daerah-daerah secara langsung.

Tetapi apa lacur, sampai batas waktu yang diamanatkan Oleh UU No 23 Tahun 2014 yaitu tanggal 1 Oktober 2016 pengalihan kewenangan penyelenggaraan penyuluhan perikanan sebagai urusan konkuren yang harus ditangani oleh pusat (KKP) masih belum bisa dilaksanakan.

Seperti sosok Bu Susi, proses pengalihan penyelenggaraan penyuluhan perikanan juga dipenuhi kontroversi. Berbagai masalah mengemuka, salah satu isu santer yang berkembang adalah bahwa anggaran untuk penyelenggaraan penyuluhan perikanan nasional masih "on top".

Gonjang-ganjing terus berlanjut hingga memasuki awal tahun 2017. Pengalihan penyelenggaraan penyuluhan perikanan berjalan lambat dan mengakibatkan ketidakpastian terhadap penyelenggaraan penyuluhan perikanan di masing-masing daerah.

Ketidakpastian tersebut antara lain terkait penempatan penyuluh perikanan setelah perombakan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) secara besar-besaran akibat adanya PP 18 Tahun 2016. SKPD yang menangani penyuluhan, tempat dimana penyuluh perikanan biasa bernaung telah dibubarkan. Dalam PP 18 Tahun 2016 dan aturan turunannya sama sekali sudah tidak mengatur keberadaan penyuluh perikanan di daerah.

Tidak diakomodirnya keberadaan penyuluh perikanan di daerah memang sudah sinkron dengan apa yang telah diatur dalam lampiran Y UU No 23 Tahun 2014 yang menyebutkan bahwa penyelenggaraan penyuluhan perikanan merupakan kewenangan pusat. Hal inilah yang kemudian menjadi buah simalakama bagi penyuluh perikanan. Di daerah telah dilepas, tetapi di pusat masih belum diterima.

Pentingnya Penyuluh Perikanan mensukseskan Program Prioritas KKP
Terlepas dari molornya penarikan kewenangan penyelenggaraan penyuluhan perikanan. Penyuluhan perikanan merupakan salah satu aspek strategis dalam rangka menjaga kedaulatan maritim bangsa Indonesia. Bangsa yang berdaulat adalah bangsa yang mampu menjaga kedaulatan maritimnya. Ditarik dari pemikiran tersebut, maka segala sumberdaya yang berkaitan dengan penegakan kedaulatan maritim harus dikelola dengan serius dan secara terpusat. Termasuk dalam hal ini adalah aparatur penyuluh perikanan.

Penyuluh perikanan merupakan aparatur pemerintah yang berada di garda terdepan, ujung tombak dan penguasa simpul-simpul masyarakat kelautan perikanan. Mereka tersebar merata hampir di seluruh daerah di Indonesia. Mereka berada dan menyatu dengan masyarakat di tingkat akar rumput. Mengenal kondisi dan potensi wilayah jelajahnya secara terperinci dan detail.

Oleh karena itu, penyuluh perikanan adalah aset pemerintah dalam melakukan eksekusi kebijakan di tingkat akar rumput. Penyuluh perikanan sebagai mata dan telinga pemerintah dalam mengawal program-progam kelautan dan perikanan. Keberadaannya dilapangan yang selalu berlandaskan pada kerangka berpikir "peningkatan kesejahteraan masyarakat pelaku utama kelautan perikanan" bisa menjadi pemecah kebuntuan pada area abu-abu yang selama ini menjadi momok bagi penyelenggaraan proyek-proyek pemerintah. Penyuluh dapat menjadi eksekutor sekaligus pengawas yang efektif.

Dalam rangka mensukseskan program prioritas KKP ditahun 2017, Menurut hemat kami, peran penyuluh perikanan akan menjadi faktor kunci yang menentukan baik buruknya dan sukses tidaknya program dan kinerja dari KKP pada umumnya. Jika dicermati, tujuan program prioritas KKP terlihat sangat sinkron dengan tujuan penyelenggaraan penyuluhan perikanan, yaitu dititikberatkan pada peningkatan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan.

Ditinjau dari efisiensi anggaran, karena pemerintah sekarang ini sedang mengalami defisit anggaran maka sesuai dengan arahan Bu Susi, belanja pemerintah harus sangat dicermati terutama dalam hal belanja program yang harus tetap pada sasaran. Dengan penguasaan wilayah kerja yang mumpuni, maka penyuluh perikanan adalah aparatur yang cocok untuk dapat memberikan masukan bagaimana sebuah program bisa tepat pada sasaran.

Terkait Ketergantungan KKP dengan Dinas Dinas di Daerah, lagi-lagi, jika kewenangan penyelenggaraan penyuluhan perikanan telah ditarik oleh KKP maka tentunya penyuluh perikanan akan menjadi pasukan yang bisa diandalkan dalam menjangkau dan megidentifikasi calon penerima bantuan dan memastikan bahwa bantuan tidak diberikan ke pihak yang salah.

Sudah jamak terjadi bahwa penerima bantuan ternyata tidak merata dan hanya diberikan kepada pihak yang sama berulang kali berdasarkan kedekatan penerima bantuan dengan oknum pejabat daerah. Dan jika hal ini masih terjadi, maka pemerataan kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan yang ditargetkan oleh kementerian di tahun 2017 hanya akan menjadi jargon semata.

Penarikan kewenangan Tidak bisa Ditunda Lagi
Mencermati pentingnya penyuluh perikanan dalam mensukseskan program KKP, maka seyogyanya proses pengalihan kewenangan penyelenggaraan penyuluhan perikanan harus diselesaikan secepatnya. Mengingat sudah memasuki tahun 2017 dan sudah saatnya program-program pemerintah mulai dijalankan.

Agar program-program KKP dapat dilasanakan dan mencapai hasil yang masimal maka perlu adanya pendampingan dan pengawasan yang serius dan hal ini akan sangat efektif apabila dilakukan oleh penyuluh perikanan sebagai aparatur pegawai KKP dalam satu garis komando. Akhirnya, saya hanya bisa berkata: Apapun programnya penyuluh perikanan kuncinya!